20130324

Tantangan Membuat Ayat AlQuran - Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa' Ayat 82 - Al-Israa' Ayat 88

Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa' Ayat 82 - Al-Israa' Ayat 88

Tafsir Al-Quran Surat An-Nisaa' Ayat 82

An Nisaa' 82 أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al quran? Kalau kiranya Al quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(QS. 4:82)

Ayat ini mencela orang-orang kafir dan orang-orang munafik tersebut ! karena mereka tidak mengerti tentang kerasulan Muhammad dan tidak mau memahami Alquran yang menjelaskan tentang kerasulan Nabi Muhammad itu, karena kalau mereka mau mengerti dan mau memperhatikan, niscaya mereka mengetahui bahwa kerasulan Muhammad dan Alquran itu memang sebenarnya dari Tuhan. Demikian janji Allah kepada orang mukmin dan ancaman Nya kepada orang kafir dan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad adalah suatu hal yang pasti sebagaimana pasti benarnya ayat-ayat yang disampaikan oleh Muhammad, tentang isi hati yang dikandung oleh orang munafik dan orang kafir itu. Demikian pula pasti benarnya ayat-ayat yang dibawa Muhammad tentang nasib buruk mereka di akhirat nanti, karena kalau kiranya Alquran itu dibuat-buat Muhammad bukan datangnya dari Allah yang mengutus niscaya mereka akan menemui dalam Alquran itu ayat-ayat yang bertentangan satu sama lain.

Menurut Al Maragi hal-hal yang berikut ini adalah sebagai bukti bahwa Alquran bukan bikinan Muhammad, tetapi wahyu dari Allah dan tidak adanya pertentangan-pertentangan tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut:


1. Tidak seorang makhlukpun yang dapat menggambarkan hakikat dari sesuatu sebagaimana digambarkan oleh Alquran tanpa adanya pertentangan antara satu dengan yang lain.

2. Alquran itu menceritakan kejadian masa yang lalu yang tidak pernah disaksikan oleh Muhammad dan sebagiannya tidak terdapat pula dalam sejarah. Alquran itu juga menceritakan hal-hal yang akan datang dan ternyata sesuai dengan kenyataan, juga diceritakan yang sudah terjadi dun tersembunyi di dalam hati sanubari sebahagian manusia sebagaimana Alquran menceritakan tentang siasat yang diatur oleh segolongan manusia yang menentang Rasul (lihat ayat 77 yang berhubungan dengan ayat 81 pada ayat yang lalu).

3. Tidak seorangpun yang dapat membuat tandingan Alquran dalam menguraikan pokok-pokok akidah, kaidah-kaidah syariat, siasat suku-suku dan golongan secara tepat tanpa adanya pertentangan satu sama lain.

Tafsir Al-Quran Surat Al-Israa' Ayat 88


Al Israa' 88 قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: `Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al quran ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain`.(QS. 17:88)


Pada ayat ini Allah SWT menegaskan mukjizat Alquran dan keutamaannya, bahwa Alquran itu benar-benar dari Allah dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai bukti bahwa Alquran itu dari Allah, bukan buatan Muhammad sebagaimana yang didakwakan oleh orang-orang kafir Mekah dan ahli kitab, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya menantang manusia membuat yang seperti Alquran itu. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka yang mengabaikan dan memandang Alquran itu bukan wahyu Allah: "Demi Allah, seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka bermufakat dan berusaha membuat seperti Alquran itu, baik ditinjau dari segi ketinggian gaya bahasanya, makna dan pelajaran serta petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya, mereka pasti tidak akan sanggup membuatnya sekalipun di antara mereka terdapat para ahli bahasa. Para ahli ilmu pengetahuan dan semua mereka itu dapat saling bantu-membantu dalam membuatnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dan Ibnu Jarir dari Said dan Ibnu Abbas, bahwa Salam bin Musirkam dan kawan-kawannya sesama orang Yahudi datang menghadap Rasulullah saw, ia berkata: "Bagaimana kami akan mengikuti engkau Muhammad, pada hal engkau telah meninggalkan kiblat kami dan Alquran yang engkau bawa itu tidak teratur seperti teraturnya Taurat. Karena itu turunkanlah kepada kami sebuah kitab yang dapat kami mengenalnya. Kalau kamu tidak sanggup mendatangkannya, maka kami akan mendatangkan kepada kamu seperti yang engkau bawa itu. Maka Allah SWT menurunkan ayat ini yang menegaskan kepada mereka bahwa mereka semuanya tidak akan sanggup membuatnya.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin-pemimpin dan ahli sastra Arab yang mencoba-coba meniru-niru Alquran itu bahkan ada yang mendakwakan dirinya sebagai seorang Nabi, seperti Musailimah Al-Kazzab, Tulaihah, Habalah bin Kaab dan lain-lain. Tetapi semua mereka itu gagal dalam usahanya itu bahkan mendapat cemooh dan hinaan dari masyarakat. Sebagai contoh, ialah apa yang telah dibuat oleh Musailamah Al Kazzab yang dianggapnya dapat menandingi sebagai ayat-ayat Alquran:

أيها الضفدع بنات ضفدعين أعلاك في الماء وأسفلك في التراب
Artinya: "Hai katak (kodok), anak-anak dari dua katak, bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah".

Para ahli menyatakan bahwa perkataan Musailimah itu tidak ada yang mengandung sesuatu pengertian. Di antara yang memberi komentar itu ialah Al Jahiz, seorang sastrawan Arab yang termasyhur, beliau berkata: "Saya tidak mengerti apakah gerangan yang menggerakkan jiwa Musailimah menyebutkan katak (kodok) dan sebagainya itu, alangkah buruknya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Alquran yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.

Tafsir Jalalain Surah Al Israa' 88


قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
(Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Alquran ini) dalam hal kefasihan dan ketinggian paramasasteranya (niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia sekali pun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.") saling bantu-membantu. Ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap perkataan mereka sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya: "Kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini (Alquran)." (Q.S. Al-Anfal 31).

Asbabun Nuzul Surah Al Israa' 88


Katakanlah: `Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al quran ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain`.(QS. 17:88)

Tantangan Membuat Ayat AlQuran - Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa' Ayat 82 - Al-Israa' Ayat 88
image by https://instagy.com/user/gudanggrafis


Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur periwayatan Ibnu Ishaq dari seorang Syekh Mesir dari Ikrimah dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Atabah, Syaibah yang keduanya merupakan anak dari Rabi'ah, dan Abu Sufyan bin Harb serta beberapa orang lelaki dari kalangan Bani Abduddar, Abu Buhtiri, Aswad bin Muththalib, Rabi'ah bin Aswad, Walid bin Mughirah, Abu Jahal, Abdullah bin Umayyah, Umayyah bin Khalaf, Ashi bin Wail, Nabih dan Munabbah yang keduanya merupakan anak dari Hajjaj, mereka semuanya mengadakan perkumpulan, lalu mereka berkata kepada Nabi saw., "Hai Muhammad! Kami belum pernah mengetahui ada seorang lelaki dari kalangan orang Arab yang lebih berani terhadap kaumnya seperti apa yang kamu lakukan terhadap kaummu sendiri; kamu sungguh telah berani mencaci maki nenek moyang, mencela agama mereka dan membodoh-bodohkan orang-orang bijak mereka, serta engkau berani mencaci maki tuhan-tuhan kami dan memecah belah jamaah. Dan tiada suatu keburukan pun melainkan kamu telah melakukannya di antara kami dan kamu. Maka jika kamu mendatangkan pembicaraan ini (yakni Alquran) hanyalah untuk mencari harta benda, maka akan kami kumpulkan dari harta kami buatmu, sehingga jadilah kamu orang yang paling banyak hartanya di antara kami. Dan jika ternyata kamu hanyalah untuk mencari kedudukan, maka niscaya kami akan menjadikanmu sebagai pemimpin dan penghulu kami. Dan jika ternyata apa yang datang kepadamu itu (Alquran), barangkali ia adalah mimpi buruk yang telah menguasai dirimu, maka niscaya kami akan membelanjakan harta kami demi untuk mencari obatnya supaya kamu dapat sembuh darinya." Maka Rasulullah saw. menjawab, "Aku tidak seperti apa yang telah kalian katakan itu, tetapi sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian sebagai seorang rasul, dan Dia telah menurunkan kitab (Alquran) kepadaku, serta Dia memerintahkan aku supaya membawa berita gembira bagi kalian dan sekaligus sebagai pemberi peringatan." Mereka berkata, "Maka jika ternyata kamu masih juga tidak mau menerima tawaran kami, maka sesungguhnya telah kamu ketahui, bahwa tiada seorang pun yang lebih sempit negerinya, lebih sedikit harta kekayaannya serta lebih keras kehidupannya daripada kami. Maka hendaknyalah kamu mintakan kepada Rabbmu yang telah mengutusmu itu, supaya Dia mengenyahkan dari kami bukit-bukit (Mekah) ini yang telah mempersempit kami. Dan hendaknya Dia melapangkan negeri kami serta hendaknya Dia mengalirkan padanya sungai-sungai seperti sungai-sungai negeri Syam dan negeri Iraq. Dan hendaknyalah Dia membangkitkan hidup kembali orang-orang yang terdahulu daripada bapak-bapak kami. Dan jika kamu tidak mau melakukan hal itu, maka mintakanlah kepada Rabbmu untuk menurunkan malaikat yang membenarkan apa yang kamu katakan itu Dan hendaknya Dia menjadikan bagi kami kebun-kebun, perbendaharaan-perbendaharaan kekayaan dan gedung-gedung dari emas dan perak, maka niscaya kami akan membantu semua apa yang kamu butuhkan, karena sesungguhnya kamu berjalan-jalan di pasar-pasar dan mencari rezeki. Dan jika kamu tidak melakukannya juga, maka runtuhkanlah langit ini sebagaimana apa yang kamu duga itu, yaitu bahwa Rabbmu jika menghendaki niscaya Dia akan memperbuatnya. Maka sesungguhnya kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kamu melakukan apa yang kami minta tadi." Maka Rasulullah saw. bangkit pergi meninggalkan mereka akan tetapi bangkit pula mengikutinya Abdullah bin Abu Umayyah, lalu ia berkata, "Hai Muhammad! Kaummu telah menawarkan kepadamu hal-hal tersebut, tetapi kamu masih juga tidak mau menerimanya. Kemudian mereka meminta kepadamu buat diri mereka berbagai macam permintaan, mereka melakukan hal itu untuk mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, maka ternyata kamu tidak mau melakukannya juga. Kemudian mereka meminta kepadamu supaya kamu menyegerakan azab yang kamu pertakutkan kepada mereka (akan tetapi kamu tidak mau juga untuk melakukannya). Demi Allah, aku selamanya tidak akan beriman percaya kepadamu, hingga kamu dapat membuat tangga ke langit, kemudian kamu menaikinya, sedangkan kami melihat dan menunggu hingga kamu sampai ke langit, lalu kamu dapat mendatangkan suatu kitab yang terbuka dan disertai dengan empat malaikat yang mengiringimu, lalu mereka menyaksikan bahwa kamu benar-benar sesuai dengan apa yang kamu katakan." Maka pada saat itu juga Rasulullah saw. berpaling darinya dengan rasa sedih. Maka turunlah kepadanya wahyu yang menyitir apa yang telah dikatakan oleh Abdullah bin Abu Umayyah tadi, yaitu firman-Nya, "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan percaya kepadamu.'.." (Q.S. Al-Isra 90) sampai dengan firman-Nya, "Tiada lain aku ini adalah seorang manusia yang menjadi rasul." (Q.S. Al-Isra 93). Sa'id bin Manshur di dalam kitab Sunnah-nya mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Jubair sehubungan dengan firman-Nya, "Dan mereka berkata! 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu.'.." (Q.S. Al-Isra 90). Said bin Jubair mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan saudara lelakinya Ummu Salamah, yaitu Abdullah bin Umayyah. Hadis ini berpredikat mursal sahih dan menjadi syahid (bukti) terhadap hadis yang sebelumnya tadi serta ia dapat menambal kemubhaman yang terdapat di dalam sanadnya.

2 komentar:

Copyright © MUSLIM BLOG

Promoted Link: Nasyid Sponsored By: Gratis Template By: Habib